Selamat jalan sang guru kalbu, Ibu Een Sukaesih

Kabar duka menyelimuti dunia pendidikan Indonesia, sang guru qolbu. Ibu Een Sukaesih meninggal dunia pada tanggal 12 Desember 2014. Banyak kalangan mengiringi kepergian beliau, mulai dari pejabat setempat, akademisi, maysarakat sekitar. Bagaimana tidak, kepergian Ibu Een Sukaesih menyisakan duka bagi anak-anak didiknya dan semua kalangan. Mantan Presiden Indonesia Pak SBY pun turut mengucapkan bela sungkawa beserta para pejabat setempat.

Begitu banyak jasa-jasa dari Ibu Een sukaesih dalam kiprahnya di dunia pendidikan Indonesia, beliau mengalami kelumpuhan selama 30 tahun lebih, namun ditengah keterbatasannya, beliau mampu bangkit bahkan berhasil membangkitkan pendidikan di Indonesia, dan menjadi inspirasi bagi kita semua.
Ibu Een Sukaesih yang lahir pada tanggal 10 Agustus 1963, menderita Rheumatoid Arthritis sejak berusia 18 tahun yang membuat tubuhnya lumpuh total. Akibatnya Ibu Een Sukaesih kehilangan impian dan cita-cita sebagai guru, meski saat itu beliau sudah lulus kuliah di IKIP Bandung yang kini namanya UPI Bandung.
Ibu een Sukaesih
Ust Yusuf Mansur bersama Ibu Een Sukaesih

Rheumatoid arthritis (RA)
Disebut juga Radang sendi, merupakan penyakit autoimun (penyakit yang terjadi pada saat tubuh diserang oleh sistem kekebalan tubuhnya sendiri) yang mengakibatkan peradangan dalam waktu lama pada sendi. Penyakit ini menyerang persendian, biasanya mengenai banyak sendi, yang ditandai dengan radang pada membran sinovial dan struktur-struktur sendi serta atrofi otot dan penipisan tulang. Ketika usianya masih 18 tahun, ia mulai mengalami sakit-sakitan. Selama enam tahun mengalami sakit, Ibu Een Sukaesih masih bisa jalan. Namun, sejak 1987, penyakitnya membuatnya lumpuh dan hanya terbaring di tempat tidur. Pada tahun 1987, Ibu Een Sukaesih terkena infeksi usus karena terlalu banyak mengkonsumsi obat-obat reumatik. Dokterpun menvonis beliau bahwa umurnya kurang lebih hanya tinggal seminggu lagi.

ibu een sukaesih
Mantan Presiden Pak SBY besama Ibu Een Sukaesih






Ujian dan semangat Hidup
Selama lebih dari 30 tahun berbaring di tempat tidur, merupakan sebuah penderitaan yang luar biasa. Setelah terkena  Rheumatoid arthritis yang membuatnya lumpuh total, terserang infeksi usus dan berbaring di tempat tidur selama berbulan-bulan membuat tubuh belakang Ibu Een Sukaesih memar, bagian punggungnya lecet karena terlalu lama berbaring. Beliau mencoba terapi Alternatif dan menjadikan ban dalam motor vespa sebagai bantalan di tempat tidurnya. Tidak hanya itu, Ibu Een Sukaesih terserang infeksi lagi yang menyebabkan sakit pada matanya, dokter menyarankan agar menoperasi matanya, namun beliau menolak. Selama 30 tahun itu juga Ibu Een Sukaesih selalu menkonsumsi obat, mulai dari obat reumatik, obat pereda rasa nyeri, obat lambung dan lain sebagainya.

Ibu Een Sukaesih
Ebiet G Ade bersama Ibu Een Sukaesih

Sedikit saja cobaan di dalam hidup ini kerap membuat orang cepat mengeluh. Namun, lihatlah Ibu Een Sukaesih yang mendapat cobaan bertubi-tubi tapi tak terlihat ada kelelahan di wajahnya. Apa yang dialami bu Een Sukaesih tidak membuatnya patah semangat, beliau bahkan mengimbau teman-temannya yang senasib untuk tetap bersabar.

Untuk mengisi hari-harinya, Bu Een Sukaesih mengajar sebagai guru dirumahnya dan memiliki banyak anak murid, disitulah kekuatan dan semangat baru muncul. Semangat pengabdian besar, kasih sayang, keutulusan dan keikhlasan. Berada disamping anak-anak didiknya adalah obat bagi beliau.

Fisik Bu Een boleh saja lemah, namun banyak nilai kehidupan yang beliau ajarkan. Menerima ujian tuhan, keikhlasan, ketegaran, semangat hidup, kejujuran dan kasih sayang. Masih banyak nilai-nilai kehidupan yang diajarkan beliau. Beberapa kutipan yang beredar dari media online. Semoga kutipan ini dapat menjadi penyemangat kita.


Ibu Een Sukaesih
Charlie bersama Ibu Een Sukaesih

Anak-anak ini obat buat saya. Sebenarnya, apa yang saya lakukan semata-mata demi Ridho Allah SWT dengan melakukan hal-hal yang bermanfaat. Di satu sisi, saya merepotkan orang lain. Tapi, di sisi lain, saya ingin bermanfaat buat orang lain.

Betapa berartinya pendidikan yang beliau berikan kepada saya. Karena kakek itu purnawirawan yang selalu menerapkan nilai-nilai kehidupan. Saya belajar disiplin, jujur, cinta tanah air, karena beliau suka ceritakan perjuangan melawan penjajahan

Yang terpenting dalam hidup harus tetap semangat, harus kuat untuk bangkit dari keterpurukan. Dan untuk pendidikan, harus ingat alat pendidikan, selain kewibawaan dan ilmu pengetahuan itu sendiri, adalah cinta kasih atau kasih sayang. 

Terima kasih atas penghargaan ini semua. Saya tidak melakukan banyak hal. Apa yang saya lakukan hanya karena bentuk kecintaan saya pada pendidikan. Saya ingin anak-anak maju dan pintar. 


Buat mahasiswa saya akan berpesan jangan berorientasi kepada materi dan bisnis. Tapi pengabdian dengan tulus untuk dunia pendidikan demi generasi nanti, bangsa dan negeri ini.
Untuk saudara-saudara saya yang sependeritaan. Semoga tetap bersabar atas segala yang kita terima. Berprasangka baiklah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dengan begitu kita akan yakin segala yang kita terima pasti yang terbaik untuk kita.

Saya sudah pasrah. Tapi saya yakin, dokter memang pintar dan cerdas telah melihat hasil diagnosa, namun saya lebih percaya takdir saya kepada Allah SWT.


Alhamdulillah, Allah memberiku jalan sehingga boleh dibilang, aku telah meraih cita-citaku menjadi guru. Setiap hari, di kamar mungilku, mereka meriung sepulang sekolah. Mereka membawa pekerjaan rumah. Bergantian, mereka membacakan surat kabar, majalah atau menonton televisi, lalu kami membahasnya bersama. Aku ingin mereka paham situasi yang berkembang di luar sana. Siapa sangka, dalam keterbatasan fisikku, aku bisa membagi ilmu, mengentaskan dari ketidaktahuan menjadi tahu.

Ilmu saya tidak banyak, pengetahuan saya sangat terbatas. Tetapi dengan tekat yang kuat, tekat ingin mencerdaskan anak bangsa. Itulah yang membuat saya bangkit dari keterpurukan.  


sumber:
https://blogdendaniel.wordpress.com/
http://health.liputan6.com/
http://www.wewengkonsumedang.com/
http://www.pikiran-rakyat.com/
http://purnomosymb19.blogspot.com/
Bilamana terdapat kesalahan pada artikel diatas, mohon diralat, terima kasih

Subscribe to receive free email updates:

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai

17 comments

Wah ternyata banyak juga yang menjenguk Ibu ini saat ia masih hidup. Samapi Ebiet G Ade pun datang.

Balas

wah turut berduka cita, semoga kita bisa meniru dari semua semangat juangnya untuk bisa berkembang dan lebih baik, tidak lupa untuk mendoakan semoga amal ibadahnya di terima disisinya,,, amin
salam kenal jngn lpa follow backnya gan

Balas

Turut berduka cita....
Semoga Almarhumah dilapangkan kuburnya, diterima segala amal kebaikannya dan diampuni segala dosanya, Aamiin...

Balas

Semoga beliau tenang di sisi-Nya.. Aamiiiin..

Balas

Turut berduka cita atas meninggal nya Ibu Een Sukaesih semoga Di sisi Allah Amin

Balas

Turut berduka atas kepulangan Ibu Een sukaesih semoga amal baik nya di terima Allah

Balas

Innalillahi wainnalillahirojiun , semoga alam ibadahnya diterima disisi Allah SWT

Balas

beliau pribadai yg sangat kuat, inspiratif dan motivator sejati..

Balas

Salam siang Mas Buret. simak kembali artikelnya sambil berbela sungkawa atas kepergianya Ibu Een Sukaesih.. Betul kata Mas Wong diatas kita semua kehilangan Insan seorang Ibu yang Insfiratif multitalenta dan motivator. sosok figur beliau bisa jadi contoh suri tauladan ya Mas : salam santun

Balas

iya Mas, saya juga ikut merasa kehilangan beliau.
hebat semangatnya dalam menunjukkan bahwa orang2 yang peduli pendidikan itu masih ada.

Balas

pagi mas buret. sekarang kalau udah begitu ada satu orang tokoh pendidikan yang mau meninggal, baru indonesia kaget dengan jasanya. sementara yang lain pejuang pendidikan banyak juga yang menderita, tapi tak pernah diperhatikan oleh pemerintah. tapi buat bu een sukaesih semoga jasanya diganjar kebaikan dunia akhirat, amin. salam sahabat blogger buat mas buret

Balas

Masih suasana berkabung dalam kepulanganya Ibu Een Sukaesih ya Mas ?

Balas

moga amal ibadahnya diterima Alloh swt yamas
dan ditempatkan ditempat yg layak.
amiin

Balas

selamat jalan, semoga amal ibadahnya diterima disisi Allah SWT ya mas, amin

Balas

Semoga amal ibadahnya di terima di sisi alloh swt

Balas

turut berduka semoga amal baik beliau di terima oleh allah dan di hapuskan segala dosanya amin ya robb

Balas